Hai. Kamu lagi apa sekarang? Aku
lagi berdiam diri aja. Kalau boleh curhat sedikit, aku kangen kamu. Aku kangen
kamu dari hari pengumuman kelulusan SMP kita. Dari saat itu, kamu seperti
berubah. Seperti sudah tidak mau lagi menjalin hubungan denganku. Kita jarang
bertemu, jarang berbincang lewat telepon lagi, dan waktu smsan kita menjadi
sedikit. Aku mengerti, ini mungkin akibat kita sudah mau SMA, kamu mungkin
sibuk mengurusi segala keperluanmu untuk SMA, aku juga begitu. Tapi setidaknya
sempatkanlah bersmsan sebentar denganku. Mungkin tidak terlalu penting bagimu
meladeni sms-sms ku. Tapi bagiku, jika kamu membalas smsku, itu akan amat
sangat berarti, karena kamu sudah mau menyempatkan diri untuk sekedar membaca
dan membalasnya. Sebenarnya aku butuh teman, tapi dengan segala kesibukanmu,
aku mencoba mengerti.
Setiap kali kita baru sebentar
bersmsan, kamu sudah akan pergi dengan berjuta alasanmu; bermain, berenang,
jalan-jalan bersama teman, blabla. Dan disaat itu terjadi, aku mencoba bersabar
dan tetap tersenyum, sembari menunggu kamu selesai melakukan itu. Terkadang aku
berpikir, apakah kamu sudah bosan bersmsan denganku? Dulu, aku yang selalu
menyuruhmu untuk bermain, tapi kau selalu menolaknya dengan alasan ingin bersmsan
denganku. Aku tersanjung. Tapi sekarang semua berbalik. Kamu selalu ingin
bermain dan aku selalu menginginkan untuk bersmsan denganmu. Aku kesepian, apa kamu tahu itu?
Kemarin, sebelum tes untuk
mendaftar di sekolah yang ku inginkan, kamu bilang bahwa kita berhenti dulu
smsannya, agar aku bisa fokus belajar, nanti smsan lagi kalau tes yang kujalani
sudah selesai semua. Tapi aku mengsms mu ketika baru tes akademik saja yang
selesai. Dan kemarin, kamu menjelaskan semuanya. Kamu ingin berhenti smsan
denganku. Sementara. Aku mengerti sekarang, kamu menyuruhku untuk tidak sms
sampai tesku selesai semua adalah untuk ini. Apakah aku mengganggumu? Dulu kamu
selalu bilang kalau aku tidak pernah mengganggu, aku boleh sms kamu kapan saja
aku mau. Haha. Bullshit.
Seorang teman berkata, mungkin
kamu sedang berada pada titik terjenuh mu kala bersmsan denganku. Mungkin itu
ada benarnya. Tapi aku ingin bertanya, mengapa kamu jenuh? Bukannya dulu kamu
pernah bilang kalau kamu tidak pernah jenuh denganku? Atau mungkin sekarang
perasaan jenuh itu sedikit demi sedikit mulai terasa? Berkatmu, aku merasa jadi
seperti rakyat miskin yang percaya akan diberi kesejahteraan hidup oleh pemerintahnya, tapi
kemudian sang pemerintah malah mengingkari janjinya dengan korupsi. Hah.
Jujur saja, aku tidak mau jika
harus menyudahi semua ini sekarang. Aku belum siap. Aku masih butuh kamu. Dan
kamu pernah berjanji bukan? Kamu berjanji tidak akan pernah meninggalkanku
sendiri. Mungkin kamu sudah lupa dengan semua janjimu.
Yasudah, jika kamu memang sudah
lupa. Tak apa. Semoga kelak kamu akan menemukan yang tepat untukmu, yang lebih
mengerti kamu, yang lebih baik daripada aku. Jika nanti kita sudah tak bersama,
aku berharap kamu tidak melupakan aku. Aku akan tetap menyukai dan menyayangimu
sampai kapanpun, sampai Allah telah memberiku penggantimu. Tenang saja, aku
akan selalu menyebut namamu dalam do’aku ketika aku berbincang dengan-Nya.
Jangan pernah takut untuk kulupakan, karena aku sudah berjanji kepada diriku
sendiri untuk tidak melupakanmu sampai kapanpun. Karena kamu pernah menjadi
bagian dari hidupku,yang menemaniku kala aku kesepian, yang mengerti apa yang
aku mau, yang selalu sabar dan lapang dada menerima amarahku, dan yang
terpenting, selalu ada untukku, dengan, atau tanpa kuminta.
“ I’m here without you baby, but
you’re still on my lonely mind. I think about you baby, and I dream about you
all the time “ 3 Doors Down-Here Without You
Tidak ada komentar:
Posting Komentar