Minggu, 23 Juni 2013

Cuma Mau Bilang



Hai. Kamu lagi apa sekarang? Aku lagi berdiam diri aja. Kalau boleh curhat sedikit, aku kangen kamu. Aku kangen kamu dari hari pengumuman kelulusan SMP kita. Dari saat itu, kamu seperti berubah. Seperti sudah tidak mau lagi menjalin hubungan denganku. Kita jarang bertemu, jarang berbincang lewat telepon lagi, dan waktu smsan kita menjadi sedikit. Aku mengerti, ini mungkin akibat kita sudah mau SMA, kamu mungkin sibuk mengurusi segala keperluanmu untuk SMA, aku juga begitu. Tapi setidaknya sempatkanlah bersmsan sebentar denganku. Mungkin tidak terlalu penting bagimu meladeni sms-sms ku. Tapi bagiku, jika kamu membalas smsku, itu akan amat sangat berarti, karena kamu sudah mau menyempatkan diri untuk sekedar membaca dan membalasnya. Sebenarnya aku butuh teman, tapi dengan segala kesibukanmu, aku mencoba mengerti.
Setiap kali kita baru sebentar bersmsan, kamu sudah akan pergi dengan berjuta alasanmu; bermain, berenang, jalan-jalan bersama teman, blabla. Dan disaat itu terjadi, aku mencoba bersabar dan tetap tersenyum, sembari menunggu kamu selesai melakukan itu. Terkadang aku berpikir, apakah kamu sudah bosan bersmsan denganku? Dulu, aku yang selalu menyuruhmu untuk bermain, tapi kau selalu menolaknya dengan alasan ingin bersmsan denganku. Aku tersanjung. Tapi sekarang semua berbalik. Kamu selalu ingin bermain dan aku selalu menginginkan untuk bersmsan denganmu.  Aku kesepian, apa kamu tahu itu?
Kemarin, sebelum tes untuk mendaftar di sekolah yang ku inginkan, kamu bilang bahwa kita berhenti dulu smsannya, agar aku bisa fokus belajar, nanti smsan lagi kalau tes yang kujalani sudah selesai semua. Tapi aku mengsms mu ketika baru tes akademik saja yang selesai. Dan kemarin, kamu menjelaskan semuanya. Kamu ingin berhenti smsan denganku. Sementara. Aku mengerti sekarang, kamu menyuruhku untuk tidak sms sampai tesku selesai semua adalah untuk ini. Apakah aku mengganggumu? Dulu kamu selalu bilang kalau aku tidak pernah mengganggu, aku boleh sms kamu kapan saja aku mau. Haha. Bullshit.
Seorang teman berkata, mungkin kamu sedang berada pada titik terjenuh mu kala bersmsan denganku. Mungkin itu ada benarnya. Tapi aku ingin bertanya, mengapa kamu jenuh? Bukannya dulu kamu pernah bilang kalau kamu tidak pernah jenuh denganku? Atau mungkin sekarang perasaan jenuh itu sedikit demi sedikit mulai terasa? Berkatmu, aku merasa jadi seperti rakyat miskin yang percaya akan diberi  kesejahteraan hidup oleh pemerintahnya, tapi kemudian sang pemerintah malah mengingkari janjinya dengan korupsi. Hah.
Jujur saja, aku tidak mau jika harus menyudahi semua ini sekarang. Aku belum siap. Aku masih butuh kamu. Dan kamu pernah berjanji bukan? Kamu berjanji tidak akan pernah meninggalkanku sendiri. Mungkin kamu sudah lupa dengan semua janjimu.
Yasudah, jika kamu memang sudah lupa. Tak apa. Semoga kelak kamu akan menemukan yang tepat untukmu, yang lebih mengerti kamu, yang lebih baik daripada aku. Jika nanti kita sudah tak bersama, aku berharap kamu tidak melupakan aku. Aku akan tetap menyukai dan menyayangimu sampai kapanpun, sampai Allah telah memberiku penggantimu. Tenang saja, aku akan selalu menyebut namamu dalam do’aku ketika aku berbincang dengan-Nya. Jangan pernah takut untuk kulupakan, karena aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak melupakanmu sampai kapanpun. Karena kamu pernah menjadi bagian dari hidupku,yang menemaniku kala aku kesepian, yang mengerti apa yang aku mau, yang selalu sabar dan lapang dada menerima amarahku, dan yang terpenting, selalu ada untukku, dengan, atau tanpa kuminta.
“ I’m here without you baby, but you’re still on my lonely mind. I think about you baby, and I dream about you all the time “ 3 Doors Down-Here Without You

Tidak ada komentar:

Posting Komentar