Kamis, 25 Februari 2016

Hati Bimbang, Makan Tak Tenang

Hai.

Dah lama gak nge-blog neh. Aku jadi rindu suasana blog yang fana ini...
Aku sekarang udah kelas 12 loh, udah di penghujung SMA. Gak nyangka kan, kayanya kemaren baru aja daftar SMA. Hhh time flies soooo fast.

Dan juga aku bertambah tua. Tau gak umurku udah 17 tahun lho. Omo. Aku membayangkan akan berumur 17 itu ketika umurku 9 tahun. Dan sekarang setelah aku sampai di umur itu, aku baru benar-benar merasa kalau hidup ini ternyata sangat singkat. Ya Allah, gak kerasa, ya.

Berhubungan dengan sampainya aku di kelas 12, aku sudah memutuskan akan melakukan apa setelah lulus nanti. Aku mau kuliah, karena aku merasa ilmu yang kupunya masih sangat sedikit untuk hidup di tengah masyarakat. Dan juga kata guruku, kalo kita memutuskan untuk masuk SMA, maka secara otomatis kita akan lanjut ke perguruan tinggi karena kita tidak punya keterampilan, berbeda dengan anak-anak dari sekolah kejuruan.

Waktu awal-awal kelas 12 itu guru-guru udah pada nyuruh kita buat nentuin pilihan jurusan sama universitas yang memang mau kita tuju.cuman emang dasarnya ndableg aku mikirnya nanti-nanti aja, masih lama juga. Dan baru sekitaran bulan Agustus aku baru bener-bener mikirin aku ini mau lanjut kemana. Dan terjadilah galau jurusan. Awal-awal emang baru galau jurusan, soalnya gatau aku ini berminat dan berbakat di bidang apa. Kalo pendidikan gamungkin, ngajarin teman-teman aja suka kesel sendiri kalo merekanya gak ngerti-ngerti, apalagi ngajarin anak orang.

Nah pas belajar Akuntansi, aku nemuin kalo pelajaran ini tuh nyenengin. Aku penasaran kenapa soal ini gak ketemu jawabannya, dan itu membuatku tertantang. Katanya Mas Andreas Bordes, pilihlah jurusan yang membuat kamu tertantang, yang membuat kamu bakal ngelakuin itu tanpa perlu takut untuk gak dibayar. Pilihlah jurusan yang membuat kamu happy. Akuntansi membuatku happy, jadi aku pilih akuntansi. Fix.

Jurusan udah fix, sekarang masalahnya ada di universitas. Keinginan terbesarku adalah kuliah di universitas yang ada di Pulau Jawa, karena aku pengen ngerasain kuliah di luar pulau tuh gimana rasanya. Dan universitas yang pengen banget kumasukin adalah Universitas Brawijaya atau UB. UB tuh keren gitu, jadi pengen kesana. Nah pas konsultasi ke orangtua, orangtua nggak ngizinin, katanya jauh, lagipula aku anak cewek. Sedih ya sedih, tapi mau gimana, ridho Allah tergantung ridho orangtua. Gimanapun pengennya aku kesana, pasi bakal susah, soalnya orangtua nggak ngasih restu. Jadi aku mencoba membesarkan hatiku dan memilih masuk Universitas Mulawarman di Samarinda.

Nah udah fix semua tuh, tiba-tiba akhir-akhir ini aku kepengen lagi kuliah di Jawa, tapi bukan di UB, melainkan di UGM atau nggak UNPAD. Dari kecil sih pengen banget kuliah di UGM, cuman karena pas kelas 11 ada kakak kelas ngambil UGM dan gak keterima, aku jadi mengoreksi diri sendiri. Kakak kelas yang jenius aja ditolak UGM, gimana aku yang abal-abal.

Yagitu. Sampe sekarang masih bingung aja mau lanjut dimana. Kalo dulu galaunya galau jurusan, sekarang galau ptn. Dan kegalauan ini membuat makan ku tak enak, walaupun nafsu makanku masih sebesar cintaku padamu. Iya kamu yang lagi galau ptn juga. Haha. Haha. H3h3.

Buat teman-teman yang bentar lagi mau kuliah atau adik-adik ganteng kelas 11, tentukan pilihan kalian dari sekarang ya, karena ini tuh gak mudah, lebih mudah ninggalin cewek sumpah. Jangan ada pilihan ngikutin temen atau ngikutin pacar. Heh, pacarmu gak mbiayai kuliahmu keles, jadi pilihlah apa yang menjadi minat kamoh.

Salam super!

Sabtu, 09 Agustus 2014

#KuTakBisaMencium #Maafkanlah

Haeeee efribadeh.
Sebelumnya aku mau minta maaf karena judul post kali ini yang agak yadong. Aku ngasih judul begituan karna abis dapat ilham dari lagunya JKT48 yang judulnya Junjou Shugi. Sebenernya aku gak ngerti-ngerti amat sama lagunya jeketi, habisnya liriknya pada gak nyambung dan aneh. Tapi karna irama lagunya asik dan ceria, jadi ya seneng aja nyanyiinnya. Gak jelas emang.

Ohiya. Jadi pakabarnih? Semoga baik-baik aja eyaa. Aku juga disini Alhamdulillah baik-baik saja. Entahlah, semenjak masuk SMA aku jadi lebih agamis dan dekat kepada Tuhanku. Sekarang kalo aku dapat kesenangan aku bilang 'alhamdulillah', padahal dulu seringnya nyebut 'yes' doang. Mungkin ini karena Allah yang senantiasa selalu melimpahkan rahmatNya kepada hamba-hambanya sekalian *hening *nundukbacaalfatihah

FYI nih ye, sekarang aku mau mengisi blog unyu ini dengan post-post yang bermutu ajah. Emang yang kemaren gak bermutu, Ndri? Yah bukannya gak bermutu sih, itu semua bermutu, cuman mutunya kelas teri. Post-post kemaren itu isinya hampir semua perasaan galauqw. Gini-gini aku juga capek kalo disuruh galau terus. Indri hanyalah seorang remaja yang sedang mencari jati diri.elah.

Sebenernya aku gatau mau nulis apaan disini. Cuman iseng-iseng doang buka blog terus jadi terenyu liat blogku lumutan, jadinya aku nulis beginian dah. Jadi sob, maafin aja kalo post kali ini isinya gak menarik, karena sebenernya sang penulis juga gak menarik. Yakalo menarik juga harusnya dari dulu udah dapat pacar kan? Yakan? #iniapa

Jadiiiiiiiiii, i'm fine. Apasih. Iya aku cuma informasiin kalo akutuh fine-fine aja. Kita harus tetap tersenyum walaupun kita lagi sedih, yakan? Cuman masalahnya disini, aku emang jarang senyum. Banyak orang yang meragukan kebaikan hatiku ini dikarenakan aku jarang senyum. Mungkin udah pembawaan kali ya, daridulu katanya aku emang jarang senyum orangnya. Sebenernya aku pengensih senyum ke semua orang, cuman akunya yang terlalu err malas.iya aku emang malas. Masa iya datang pagi kesekolah terus senyum mulai dari turun motor sampe kelas? Teman-temanku kadang bilang gini 'malas banget nyapa indri kalo pagi-pagi, abisnya dijutekin' atau 'ndri, senyum dong! masa pagi-pagi jutek gitu, ntar si anu gasuka lhooo'. Apasih. Si anu emang udah gasuka lagi kok sama aku *nangis

Ea ndalah. Aku gak nangis kok. Jadi ya itu. Teman-temanku sampai tau tabiatku kalo datang pagi kesekolah pasti mukanya jutek, jadi gak ada yang ngajak ngomong aku kalo pagi-pagi.hiks. Yang bikin mereka malas lagi, kalo berpapasan sama aku terus mereka nyapa, aku balesnya cuma 'hm'. Ya jelas mereka gondok lah!!!!!!!!!!!!! Oke itu tanda serunya alay. Aku sebenernya gak bermaksud untuk membalas dengan kata 'hm' doang kok, cuma aku emang bukan cewek manis yang kalo disapa dia bakal tersenyum lebar sambil dadah-dadah. Pantes aja ditinggalin kan.

Huft. Aku gaktau gimana cara menghilangkan kebiasaan buruk jarang tersenyum ini. Kebiasaan buruk emang susah diilangin kan hahahahaahahha. Makanya gak heran kalo aku dicap 'cewek jutek' disekolah. Orang yang gak kenal sama aku pasti ngiranya aku jutek dunia akherat, padahal sebenernya indri adalah anak yang baik, solehah dan (semoga) cantik luar dalam.

Jadi ya mianhaeeeeeeeeeeee kalo aku jarang tersenyum. Aku bakal berlatih untuk sering-sering tersenyum kok.

Dan maafkan kalo judul sama isi gak nyambung.

Sampai jumpa lagi ya :)))))

Minggu, 08 Juni 2014

Surat Kecil Untuk Kamu

Hai.

Malam ini sepi, sama seperti malam-malam kemarin, dan mungkin juga sama untuk malam yang akan datang. Orang yang lagi dalam suatu hubungan pasti gak akan kesepian untuk kesekian kalinya. Sementara yang emm jomblo, ya sepi. 

Kali ini, aku mau memberikan sebuah surat kecil untuk dia. Ya, dia yang sudah pernah singgah dalam hidupku meski cuma sesaat. Dia, yang, terlalu sulit untuk didefinisikan.

Hai kamu.

Iya kamu. Kamu yang gatau sekarang lagi ada dimana. Bagaimana kabarmu? Apakah baik-baik saja? Adakah hal-hal menarik yang terjadi pada dirimu akhir-akhir ini? Semoga kamu selalu baik dimanapun kamu berada.

Awalnya aku bingung harus menulis apa di surat kecil ini. Terlalu banyak yang ingin dikatakan sampai membuatku bingung. Akhirnya kuputuskan bahwa tulisan kali ini, adalah tulisan terakhirku yang berhubungan dengan kamu. Aku janji. 

Kamu. Yang sudah pernah mengisi hari-hari ku selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan. Yang pernah memberiku sebatang cokelat putih di atas kendaraanmu. Yang pernah menraktirku mendem duren. Yang pernah menyampirkan jaket di bahuku kala hujan tengah berlangsung.

Sempat terbesit dalam pikiranku, aku menyesal telah memulai sebuah kedekatan denganmu. Tapi aku tahu, Tuhan tahu, alam semesta tahu, semua hal yang sudah pernah kita lakukan tidak boleh disesali. 

Ketika aku memulainya, aku tak pernah terpikir bahwa kemungkinan hal seperti ini akan terjadi. Setidaknya, tidak padaku. Semua baik-baik saja pada awalnya. Aku hanya sebatas mengagumimu sebagai teman sekelasku yang begitu pandai dalam segala mata pelajaran. Lambat laun, perasaan mengagumi itu berubah menjadi perasaan suka. Aku juga tidak tahu kapan persisnya perasaan itu mulai berubah. Semua diluar kuasaku. Tapi saat itu aku masih tahu diri untuk tidak menyukaimu terlalu dalam karena aku tahu betapa berbedanya aku dan dirimu. 

Semua berubah ketika aku duduk sebangku denganmu. Kau begitu baik padaku. Memberi tahuku mengenai rumus yang kurang kumengerti. Meminjamiku peralatan tulismu ketika aku lupa untuk membawa peralatan tulisku sendiri. Dan tetap tersenyum ramah ketika aku lupa mengembalikannya. Hingga akhirnya aku mendapatkan nomor teleponmu. Langsung darimu. Aku tidak tahu apa yang membuatku kala itu begitu berani untuk langsung memintanya darimu. 

Singkat cerita, akhirnya kuberanikan diriku untuk duluan mengirimimu sebuah pesan teks. Akhirnya kita saling mengirim pesan teks selama beberapa waktu. Sampai pada fakta bahwa aku tahu kau juga menyukaiku. Perasaanku terbalas. Perempuan mana yang tidak senang jika perasaannya terbalaskan oleh lelaki yang disukainya?

Aku suka kamu. Kamu suka aku. Kita berdua tahu itu. Namun kita tidak mengikatnya dalam satu hubungan. Kita mungkin menyebutnya sebuah hubungan tanpa status. Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang ada di depan mata. 

Waktu berlalu begitu cepat. Kita melauinya bersama-sama. Suka, duka, senang, sedih kita bagi bersama. Kau memberi yang terbaik yang bisa kau berikan kepadaku untuk membuatku bahagia. Dan, ya, aku bahagia. 

Tidak ada lagi yang kupikirkan saat itu selain kesenangan bersamamu. Bahkan, ujian akhir pun aku tidak terlalu menganggapnya sebagai beban. 

Waktu merangkak cepat dan akhirnya kita berhasil lulus dari kehidupan menengah pertama. kita. Disinilah semua masalah berawal mula. Kau meninggalkanku ketika aku tengah membutuhkan dirimu, ketika aku membutuhkan semangat darimu. Kau datang sebentar dan kemudian pergi lagi untuk waktu yang lama.. Hingga aku sampai tidak tahu berapa lama kita tidak saling memberi kabar. Hingga kini, kita tak lagi saling memberi kabar satu sama lain. Mungkin, mencoba pun tidak.

Kini, semua berbeda. Tidak ada lagi bunyi telepon genggam yang membangunkanku ketika pagi datang. Tidak ada ucapan selamat makan, selamat tidur, dan hal-hal remeh lainnya. Awalnya aku tidak terbiasa, namun aku harus tahu, bahwa aku harus belajar menerima itu semua. Menerima dirimu yang tidak lagi di sisiku. 

Teman-temanku terkadang datang membawa berita tentangmu, berita yang tidak kudengar langsung darimu. Mereka bercerita layaknya semua baik-baik saja. Benar saja, mereka kan tidak tahu apa yang terjadi di antara kita. 

Kali ini, aku ingin mengucapkan dua kata yang sedari dulu ingin kukatakan padamu. Maaf dan terimakasih. Maaf untuk semua kesalahan yang pernah kulakukan padamu, maaf membuatmu kerepotan, maaf jika aku pernah membuatmu menangis. Haha mungkin yang terakhir tidak pernah. Yang terpenting, aku minta maaf atas sikapku selama ini yang terlalu norak atau apalah ketika bersamamu. Kata-kataku atau apapun yang membuatmu tidak nyaman ketika bersamaku. 

Dan, terimakasih. Terimakasih karena pernah menyapukan warna-warni indah pada hari-hari ku. Terimakasih karena telah pernah menyayangiku, memberiku sejumput kasih sayang darimu. Terimakasih untuk semuanya. Tawa ini, tangis ini, kesedihan ini. Semuanya darimu. Terimakasih atas pemberian yang berharga yang bisa kujadikan sebuah pelajaran dalam hidupku. At least, kau pernah membuatku bahagia. 

Setelah semua ini, aku tahu bahwa aku harus melupakan semuanya dan move on. Melanjutkan hidup dengan atau tanpa seseorang di sampingku. Move on. Even if it takes the rest of my life, I'll do it. 

Akhirnya kita sampai di penghujung cerita. Maaf jika surat ini terlalu panjang untukmu, padahal aku berjanji di awal bahwa surat ini tidak akan panjang. Maaf aku meningkari janjiku.

Jika nanti kita bertemu lagi di kehidupan yang akan datang, aku berharap tidak ada dendam dan permusuhan di antara kita.

Sekali lagi, terimakasih untuk semuanya, Boby Rusdyanto. 

Jumat, 30 Agustus 2013

"Kamu masih sangat mencintainya. Akuilah, maka kamu akan hidup tenang. Mengenyahkannya hanya akan membuatmu tersiksa lebih lama." Denis, Rembulan Gading.

Kisah Pohon Batu

Hai hai halo halooooooooo! Hello friends, hello my best friends. Lets play together Poro, Poro, Pororoooooo. Oke sori, itu lagu kartunnya Pororo. Tau kan? Gatau ya? Dasar ndeso. Okemaap.

Intinya itu salam pembukaan dari post baru kali ini evribadeh. Udah lama nggak ngeblog ya. Iyalah, Indri kan caem, makanya jarang ngeblog. Enggak kok, Indri nggak caem, cuman imut. Oke maap, ini terlalu banyak ngelantur, efek dari keseringan dengar lagunya Sammy Simorangkir *nguapunyu*

Eh friends, Indri udah jarang ngepost lho, kalian ada yang kangen nggak? Nggak ada ya? Alah botek, pasti ada itu yang kangen sama aquh. Pasti ada yang rindu akan tulisan-tulisan Indri yang hampir kesemuanya galau dan tak bermutu. Pasti ada yang diam-diam ngestalk blognya Indri mencari post baru. Ada kaaaaann?? Siapa tau aja si itu ngestalk blognya Indri karena kangen. Ha ha ha. Kan siapatau.

Jadi gak ada yang kangen ini? Okeh gapapa, Indri ikhlas menerimanya. Huft. Eh iya friends, Indri mau cerita sedikit agak banyak di post kali ini. Engg, bergosip sedikit juga. Yaudah gapapa bergosip ya, itukan kebutuhan sehari-hari. Kalo nggak ada gosip kita nggak update yakan? Mau jadi anak kudet? Gamau kan? Makanya, ayo gabung di grup GBI, Gosip Bareng Indri! *sori* *salahfokus*

Eh iya, FYI nih ya, Indri ngetik post kali ini sambil dengerin lagunya Secondhand Serenade yang Fall For You. Iya, biar kesannya galau gimanaaaa gitu.

Kapan ceritanya ini, Ndri?!

Sabar , ini udah mau cerita kok, tapi kita bikin nama samaran dulu ya fren. Nama samaran si cowok itu “Pohon” ya, kalo si cewek itu “Batu”. Agak sedikit freak emang, tapi gapapa, biar greget.

Jeng jeng jeng jeeeeeengg.......................

Jadi gini fren. Suatu ketika,Indri lagi buka-buka twitter, mencari yang seru-seru. Terus pas Indri selesai nge-refresh twitter, ada sebuah tweet dari si Pohon. Si Pohon itu ternyata lagi mentionan sama temen cewek dari sekolahnya yang bernama Batu. Disitu kan Indri belum kepo, jadi ya nggak Indri stalk si Pohon sama Batu. Pas tweet-tweet Pohon yang selanjutnya muncul, Indri berfikir, kok kayaknya seru sekali ya dua orang ini mentionan? Terus akibat godaan setan yang terkutuk, Indri pun mengestalk dua orang yang sedang asyik mentionan itu, tapi Indri lebih memfokuskan ngestalk ke Batu aja, soalnya Pohon kan udah biasa. Maksudnya biasa itu apa Indri juga gak ngerti, terima ajadah ya. Tsah.

Terus Indri liat avatarnya si Batu, hmmm, dari foto avatarnya sepertinya orang ini sedikit berisi, ng, gendut, eh gemuk. Apalah itu. Fotonya tu lagi senyum maniiiiiiiiiiiss banget, sampe silau ngeliatnya bray.
Terus Indri melihat begitu banyak tweet-tweetnya si Batu yang dia kirim buat si Pohon. Terus apa masalahnya sama Indri? Indri jelas-jelas cemburu lah!!! Secara kan Indri tu............................... si Pohon *isisendiri* terus Indri ngelanjutin ngestalk si Batu dengan anggun. Tapi lama-lama Indri jadi bosan sendiri. Sebelum Indri mengakhiri acara mengestalk itu, Indri secara sengaja melihat tweetnya si Batu yang berbunyi kira-kira begini, “Eh, Hon, kirimin linknya *tiiit* yang udah kamu downloadin di DM dong.” Haaaaaaahhhhhh. Indri langsung tercepelo terjerembab terberubut terkapar tersakiti setelah membaca tweetnya si Batu yang begitu dengan unyunya menyuruh Pohon untuk ber-DMan dengan dirinyaaaa. Dia pikir dia siapa sih, sampai berani-beraninya nyuruh Pohon begitu?! *matamelotot*

Akibat penyakit kepo yang telah membati buta menggerogoti jiwa muda Indri, Indri pun kepengen tau juga apa yang mereka obrolin di DM itu.Dan karena kebetulan yang disengaja, Indri punya kata sandi twitternya si Pohon. Terus Indri buka, dan Indri lihat DM nya. Rasanya tuh ya, pas baca DM yang begitu rupanya, cekit-cekit fren. Hhh dari situ Indri udah mulai mikir, si Pohon ini udah nggak suka sama aku lagi kah? DM ku aja nggak dibalas, tapi DM teman-temannya yang lain dibalas. Yaudah deh, terima aja.Iikhlas men, ikhlaaaaaass.

Jadi gitu fren, suara hatinya Indri yang tersakiti. FYI nih fren, di DM nya si Pohon itu ternyata juga ada beberapa DM dari teman ceweknya si Pohon, salah satunya dari Pasir. Pasir itu orang yang pernah singgah dihatinya si Pohon selama kurang lebih 2 tahun, fren. Mereka katanya sempat saling suka, terus gara-gara pisah sekolah pas SMP, katanya si Pohon, dia udah gasuka lagi sama Pasir. Dan sekarang mereka satu sekolah lagi, satu kelas pula fren. Indri bukan ngedo’ain ya, tapi cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa kan fren, terbiasa bertemu misalnya.

Hoiya, terus pas Indri baca yang DM dari si Pasir, hati Indri makin cekit-cekit, sob. Keliatannya akraaaaaab banget mereka itu. Indri ngelus dada ajasih fren. Yaudah, Indri sih biasa aja ngeliatnya, berusaha untuk biasa, maksudnya. Indri mau marah ke si Pohon, tapi buat apa? Toh, Indri kan bukan siapa-siapanya Pohon. Mamanya aja yang ngelahirin si Pohon gak marah, nah masa’ Indri yang cuma teman lama mau marah. Dunia sudah gila apa?

Sekarang fren, kalo Indri ketemu sama teman-teman SMP Indri yang sekarang juga satu SMA, mereka pasti bakalan nanya, “Ndri, gimana kamu sama Pohon?” Indri cuma bisa jawab ‘yagitu’ sambil senyum kecut ke mereka. Yaudah, habisnya Indri bisa jawab apa? Kalo Indri jawab “masih seperti dulu koookk!” itu kesannya bohong banget fren, karena kenyatannya Indri sama Pohon udah nggak seperti dulu lagi kan? Terus setelah itu mereka pasti mengoceh-ngoceh hal yang nggak penting, seperti ‘eh Ndrik, Pohon itu sudah punya gebetan baru lho! Sering mentionan di twitter kok! Aku aja sering liat dia mentionan sama banyak cewek selain kamu.’ Huft. Tenang aja, fren. Nggak usah kasian sama Indri, Indri udah kebal kok dengar kalimat macam begitu.  

Hidup itu adil kan fren? Dulu Indri dikasih kesenangan berupa dekat sama Pohon, disayang sama Pohon, ditraktir kebab sama mendem duren sama Pohon, dan baaanyak lagi. sekarang, gaboleh senang terus dong, harus ada sedihnya juga, yaitu Indri mulai jauh sama Pohon, Pohon sedikit demi sedikit udah mulai nggak care sama Indri, dan baaanyak lagi *lagi*. Sekarang nih ya, Indri udah sedih banget Pohon begitu, masih aja ditambah sama tugas sekolah yang seabrek yang minta perhatian Indri juga. Yaudah, itu pasti caranya Allah supaya Indri sibuk dan nggak mikirin Pohon terus kan, fren? Tapi Insyaallah Indri selalu ingat buat nyelipin namanya dalam doa-doa Indri kok fren. Gaah.

Kadang nih ya, kalo Indri kesepian, Indri pengen banget Pohon ada buat nemenin Indri, ya kayak dulu gituloh fren.  Kadang juga Indri pengen banget buat sms duluan, tapi Indri takut ganggu kesibukannya dia. Indri tau banget kok gimana dia kalo gamau diganggu.

Huh Indri jadi galau lagi kan fren. Memang ya, kalo ngomongin orang yang kita sayang itu ujung-ujungnya mesti galau. Udah ah galaunya. Letih aku nih. Oiya, satu lagi aja fren, Indri nggak minta banyak hal kok dari Pohon, Indri cuma minta Pohon bisa seperti dulu aja, nggak berubah kayak sekarang. Udah itu aja fren.

Heh fren, di sekolah Indri ada cowok yang mirip sama Pohon lhooo. Nggak terlalu mirip banget sih. Temen-temennya manggil dia Ucok. Dan usut punya usut, dia itu orang batak sob, karena marganya marga batak. Jadi sudah jelas bahwa dia adalah umat kristiani. Kelasnya dia di IPA 5 fren, tepat disebelah kelasnya Indri. Pertama kali Indri sadar kalo dia agak sedikit mirip Pohon itu pas Indri lagi berjalan sendirian dari kelasnya teman Indri, dan dia lewat, tapi jalannya sambil nunduk. Nah fren, karena dia tinggi dan Indri lebih rendah dari dia, Indri pun mendongak untuk melihat mukanya, dan Indri langsung syok pada pandangan pertama. Mirip sama Pohon, mak ciiiiiikk , batin Indri. Cuma bedanya, matanya si Ucok ini agak naik sedikit ke atas, ee maksudnya lebih tajam dari matanya si Pohon, bulu matanya nggak lentik, hidungnya lebih mancung, dan dia lebih tinggi fren. Bisa bayangin mukanya? Gabisa ya, yauda deh gapapa.

Biarpun mirip, tapi bagi Indri, Pohon tetap dihati fren *kibasrambut. Tetep aja dia gabisa gantiin Pohon dihati Indri, apalagi agamanya berbeza sama Indri. Indri cuma jadiin dia sebagai objek penglihatan yang menyenangkan, karena tiap liat dia Indri langsung keingat Pohon, yah biarpun Pohon gak pernah ingat sama Indri. Kalo Indri malas bangun pagi buat pergi ke sekolah, Indri langsung teringat kalo disekolah ada “Pohon” yang menunggu, dan Indri langsung jadi semangat lagi fren. Atau juga kalo Indri lagi malas lintas minat, Indri langsung ingat kalo Indri sekelas sama “Pohon” di lintas minat bahasa Inggris, dan Indri kembali ke semangat 45 untuk datang lintas fren.

Untungnya aja si Ucok ini nggak sadar kalo sering Indri liatin fren, kalo dia sadar terus gamau muncul-muncul didepan mukanya Indri lagi gimana dong? Indri jadi kehilangan objek pemandangan seru kan fren. Kalo ditanya Indri suka apa enggak sama si Ucok ini, jawabannya suka,fren. Suka ngeliatin dia sebagai Pohon. Seru aja gitu fren, ada penyemangatnya di sekolah, bikin rajin ke sekolah. Haaaaaaah. Maaf ya Ucok, aku sering ngeliatin kamu.

Hoiyaaaaaa, Indri disekolah ikut ekskul tari saman lhoooooooooo!!! Dan Indri sudah lumayan lancar lho, fren. Gahahaha wkwkwkwkwk. Akhirnya Indri punya kemampuan juga.

Yaudah, segini aja dulu ya fren. Kalo banyak kata atau kalimat yang garing atau kurangajar atau terlalu sotak, Indri minta maap ya fren. Ini blog buat seru-seruan dan tempat Indri cerita aja kok fren, jadi ya mohon dimaklumi kauwandt. Oiya, buat Pohon, kalo dia baca post yang ini, Indri minta maaf ya karena udah buka-buka twitternya sembarangan. Kalo nggak kepo Indri nggak bakal berbuat begitu kok. Nanti kalo ada hal-hal seru atau apapun lah, Indri sempatin sharing ke blog kok fren.

Goodbye best freeeeennnn!!!

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hai.

Malam ini aku baru aja ngubek-ngubek skype ku yang unyu. Udah lama nggak skype-an, jadi kangen aja sama suara skype. Dulu, biasanya aku skype-an sama coro-coro dan noiso. Yang paling sering sih sama noiso, tapi karena sekarang udah beda dan nggak seperti dulu lagi, jadi ya nggak ada lagi chatingan di skype antara Indri dan Noiso.

Pas baca yang chatnya sama coro-coro, aku langsung kepikiran mereka. Apalagi pas baca chatnya noiso. Haaah. Udah lama banget nggak pernah berhubungan lagi. Hhh, kangen bro. Aku aja udah gatau gimana kabarnya dia sekarang. Dulu, aku selalu tau dia lagi apa, sama siapa, dimana. Sekarang mah, boro-boro. Kadang pengen juga buat sms dia duluan, tapi aku takut dijutekin sama dia. Kalo liat dia muncul di timeline, liat dia mentionan sama teman-temannya, kok rasanya beda banget sama waktu dia bales smsku. Kalo sama teman-temannya, dia bisa bales panjang, bisa bercanda. Tapi kalau balas smsku, hh aku gatau itu efek malas atau efek ngantuk. Balesannya jutek banget, paling panjang mungkin cuma 5 kata.

Kalo mau jujur, aku masih nyimpan beberapa percakapan aku sama dia di draft hapeku kok. Kadang kalo lagi nggak ngapa-ngapain, aku bacain aja itu. Itu bisa ngurangin tingkat kebosenan, sekaligus nambahin kekangenan. Hah. Alay. Iyasudah biarkan aja.

Kalo baca itu, aku suka nginget-nginget kejadian dulu-dulu, ya waktu pas aku masih smsan sama dia itu. Terus ujung-ujungnya aku bakal sedih, karena sekarang udah beda banget sama waktu dulu. Waktu kelas 3 SMP, aku udah sadar banget, kalo cepat atau lambat aku sama dia bakal merenggang. Secara aku sama dia udah nggak satu sekolahan lagi, rumah juga jauh, terus juga sama-sama sibuk ngurusin SMA. Ya tapi nggak nyangka aja jadinya kayak begini. Terlalu cepat kalo menurutku. Padahal kemaren-kemaren itu, kita masih jalan bareng, masih bercandaan bareng. Eh sekarang udah jauh-jauhan aja. Hhh. Susah ya ngelupain orang yang kita sayang. Apalagi kalo orang itu udah buat kita nyaman sama dia sekian lamanya.

Aku udah gatau aku sama dia ini jadinya apa. Kalo dipikir-pikir, sebenernya kita ini cuma teman lho. Teman yang kelewat dekat. Jadian enggak, teman biasa juga enggak. Yagitu. Ngambang. Gak jelas.  Tapi karena aku anak yang diajarkan oleh orangtuanya agar selalu bersyukur, maka akupun mensyukuri hubungan gak jelas antara aku sama dia. Aku juga tau kalo aku gak punya hak apapun buat minta ini itu ke dia. Seperti minta kepastian. Tapi aaahh, susah ngejelasinnya, cuneng. Kamu gatau rasanya jadi jomblo yang di phpin kan? Yakan? Hhh maaf ya, Indri jadi meracau yang gak jelas. Ini semua karena efek di phpin sama ketua osis yang jutek dunia akhirat.


Kadang aku juga pengen sms dia duluan buat nanya, ‘jadi kita ini gimana?’ tapi sekali lagi karena keunyuan Indri yang bahkan belum menginjak 15 tahun, Indri gak berani buat sms duluan nanya perihal semacam itu. Aqw t4KuT DiJuT3Q!N. Jadinya ya, yaudah. Indri cuma bisa diam dengan anggun sembari menunggu datangnya hari dimana ketos yang unyu itu bakal sms Indri duluan. 

Sabtu, 20 Juli 2013

The Day

Assalamu'alaikum brooo!!
Udah tanggal 20 ajanih.

Tau nggak ini hari apa? Ini hari Sabtu, iya, orang idiot juga tau. Emaap.
Hari ini Indri mau menebar ucapan selamat ulangtahun ajaya.
Bisa kita mulai? Ehem. Uhuk.

Yang pertama, aku mau ngucapin selamat ulangtahun buat Mamakku tersayang. Selamat ulangtahun, Mak. Mungkin ini yang pertama kalinya aku mengucapkan selamat ulangtahun kepadamu, tidak secara langsung memang, tapi aku cukup deg-degan untuk menulisnya. Selamat ulangtahun, semoga panjang umur, diberi kesehatan berlimpah, diberi rezeki yang cukup, dan semoga juga Allah selalu menambah kadar kesabaranmu dalam mengurusku.

Memang, untuk sekarang aku bisa dibilang belum memberi apa-apa untukmu, aku belum bisa membanggakanmu seperti anak lain yang membanggakan ibu mereka. Aku juga ingin membuatmu bangga, membuatmu tersenyum atas kesuksesanku, dan mendengarmu berkata "Itu Anakku". Terkadang aku juga lelah jika harus terus menerus membuatmu kecewa. Apalagi jika melihatmu menangis, aku merasa menjadi anak paling durhaka di dunia.

Mamak, terimakasih sudah melahirkan aku ke dunia ini. Membuatku bisa melihat indahnya dunia, merasakan peliknya kehidupan, perjuangan, manisnya cinta. Tanpamu, aku tidak akan pernah ada di dunia ini. Terimakasih telah merawatku dari aku bayi hingga aku bisa menjadi seperti sekarang. Kau adalah ibu terkuat yang pernah ada di dunia ini.

Sekali lagi, selamat ulangtahun Mamakku sayang. Meskipun usiamu sudah 40 tahun, usia yang tidak lagi muda, dimataku kau tetaplah ibu tercantik, tanpa noda apapun di wajahmu, dan dengan senyuman manis yang selalu menghiasi wajah cantikmu. Traktiran yaaa maaaakkk :D



Itu pas perpisahan lho mak ;)


Sekaraaaang, ucapan buat Noiso. Noiso ini ulangtahunnya barengan sama mamakku, jadi aku selalu ingat.
Hhhhh. Huft.

Selamat ulangtahun, Noisoku. Semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rezeki, dan dimudahkan segala urusannya sama Allah SWT. Amin.

Kamu jangan jadi anak yang sombong ya, jangan jadi anak yang malas. Teman lama jangan dilupakan. Aku juga kalo bisa jangan dilupakan. Kalo ketemu aku dijalan, sapa aku ya. Biar kita nggak kayak dulu lagi, aku selalu do'ain yang terbaik kok buatmu. Aku selalu nunggu kamu, nggaktau kapan capeknya hati ini #eaa #gombal

Jangan lupain aku, jangan lupain kita yang dulu. Hhh. Sampai detik ini aku selalu kangen kamu kok, tenang aja.

Udah itu ajaya. Indri udah letih.

Selamat ulangtahun buat semuanya yang lagi ulangtahun hari ini, semoga semakin menjadi orang yang lebih baik kedepannya yaaaa!!!

Tetap semangat buat Noiso, jangan mudah menyerah!

Salam semangat!
Wassalamu'alaikum ukhti \m/